Kontraktor Jasa Pengaspalan Jawa Tengah Harga Mulai 50 Ribu/M2

Biaya Pengaspalan Jalan

Kontraktor Jasa Pengaspalan Jawa Tengah Harga Mulai 50 Ribu/M2. Kontraktor infrastruktur jalan terpercaya dan terbaik adalah perusahaan atau badan usaha yang memiliki spesialisasi dalam pembangunan, pemeliharaan, dan perbaikan jalan serta infrastruktur terkait, seperti jembatan, drainase, dan sistem penerangan jalan umum. Mereka memiliki peran penting dalam pembangunan infrastruktur yang mendukung kelancaran lalu lintas, keamanan, dan kenyamanan pengendara serta pejalan kaki.

Jalan adalah salah satu infrastruktur transportasi yang digunakan untuk mempermudah pergerakan kendaraan atau orang dari satu tempat ke tempat lainnya. Jalan memiliki berbagai jenis dan fungsi, tergantung pada penggunaannya, panjang, dan intensitas lalu lintas yang dilalui.

Jenis-jenis Jalan:

  1. Berdasarkan Fungsi:
    • Jalan Nasional: Jalan yang menghubungkan antar wilayah atau provinsi. Jalan ini memiliki peran strategis untuk mendukung kegiatan ekonomi dan mobilitas antar kota besar.
    • Jalan Provinsi: Jalan yang menghubungkan antar kabupaten/kota dalam satu provinsi. Fungsi utamanya adalah untuk memperlancar transportasi dalam lingkup provinsi.
    • Jalan Kabupaten/Kota: Jalan yang berada dalam wilayah administrasi kabupaten atau kota. Fungsinya lebih fokus pada konektivitas lokal dan perkotaan.
    • Jalan Lingkungan: Jalan yang ada dalam kawasan pemukiman atau lingkungan tertentu, biasanya hanya digunakan untuk akses menuju rumah atau fasilitas tertentu.
  2. Berdasarkan Kualitas/Panjang Jalan:
    • Jalan Arteri: Jalan yang memiliki kapasitas besar, menghubungkan antar kota atau daerah dan biasanya memiliki banyak jalur. Digunakan untuk lalu lintas jarak jauh dengan kecepatan tinggi.
    • Jalan Kolektor: Jalan yang berfungsi untuk menghubungkan jalan arteri dengan jalan lokal, biasanya berada di tingkat kecamatan atau kota dan bisa menghubungkan beberapa kawasan.
    • Jalan Lokal: Jalan yang digunakan untuk lalu lintas di dalam kawasan atau perumahan. Jalan ini cenderung lebih kecil dan memiliki volume lalu lintas yang lebih rendah.
  3. Berdasarkan Konstruksi/Pembuatannya:
    • Jalan Aspal: Jalan yang permukaannya dilapisi dengan lapisan aspal, memberikan permukaan yang halus dan tahan lama. Biasanya digunakan untuk jalan-jalan utama atau jalan dengan beban lalu lintas berat.
    • Jalan Beton: Jalan yang menggunakan beton sebagai lapisan permukaannya, sering digunakan pada jalan-jalan yang memiliki beban lalu lintas sangat tinggi, seperti jalan tol atau jalur industri.
    • Jalan Tanah: Jalan yang belum mendapatkan lapisan permukaan, biasanya ditemukan di daerah-daerah yang belum terakses dengan baik atau wilayah pedesaan.
  4. Berdasarkan Penggunaannya:
    • Jalan Raya: Jalan utama yang digunakan untuk menghubungkan wilayah yang lebih luas, baik antar kota maupun antar negara.
    • Jalan Tol: Jalan yang dibangun dengan standar tinggi dan dipergunakan untuk transportasi jarak jauh. Penggunaannya biasanya dikenakan tarif (tol).
    • Jalan Samping: Jalan yang lebih kecil dan umumnya digunakan untuk akses lokal, bukan jalan utama atau jalur lintas jauh.

Jalan yang dibangun dengan baik sangat penting untuk mendukung kegiatan ekonomi, sosial, dan mobilitas masyarakat, serta memberikan kemudahan dalam distribusi barang dan jasa.

Biaya Jasa Pengaspalan Jalan Per Meter 2 di Jawa Tengah. Layanan kontraktor jasa pengaspalan jalan biasanya mencakup berbagai aktivitas yang berkaitan dengan pembangunan dan pemeliharaan jalan aspal. Kontraktor ini bertanggung jawab untuk melakukan pekerjaan yang meliputi:

  1. Persiapan Lahan: Sebelum pengaspalan dimulai, kontraktor akan melakukan pekerjaan persiapan seperti pembersihan area jalan, pengukuran, dan perataan permukaan tanah. Ini bertujuan untuk memastikan jalan yang dibangun memiliki struktur yang stabil dan dapat mendukung lapisan aspal.
  2. Pemasangan Lapisan Dasar: Lapisan dasar atau base course biasanya dibuat dari bahan seperti agregat atau batu pecah yang dipadatkan. Lapisan ini berfungsi untuk memberikan fondasi yang kuat bagi lapisan aspal di atasnya.
  3. Pengaspalan: Proses utama dari kontraktor jasa pengaspalan jalan adalah penghamparan aspal panas atau dingin di permukaan jalan. Aspal panas biasanya digunakan untuk jalan-jalan utama karena memberikan hasil yang lebih tahan lama. Aspal ini dipanaskan pada suhu tertentu dan kemudian diratakan menggunakan mesin penghampar.
  4. Pemadatan: Setelah aspal dihamparkan, pemadatan dilakukan menggunakan alat berat seperti roller untuk memastikan lapisan aspal terikat dengan baik dan permukaan jalan menjadi halus serta kuat.
  5. Pengujian Kualitas: Setelah pekerjaan selesai, kontraktor biasanya melakukan uji kualitas untuk memastikan bahwa lapisan aspal sudah memenuhi standar ketebalan dan kekuatan yang ditentukan.
  6. Pemeliharaan dan Perbaikan: Beberapa kontraktor juga menyediakan layanan pemeliharaan jalan, seperti penambalan lubang atau perbaikan kerusakan pada jalan aspal yang sudah ada.

Layanan pengaspalan Jawa Tengah ini bisa digunakan untuk berbagai jenis proyek, mulai dari jalan raya, jalan kota, hingga jalan perumahan, dan sangat penting untuk memastikan infrastruktur transportasi yang lancar dan aman.

Mengenal Jenis Aspal untuk Jalan Jawa Tengah Terbaik

Aspal adalah bahan konstruksi yang digunakan terutama untuk lapisan permukaan jalan, pelabuhan, dan berbagai proyek infrastruktur lainnya. Aspal merupakan bahan yang kental dan lengket, yang terbuat dari campuran bitumen (bahan hidrokarbon alami) dengan agregat kasar dan halus. Bitumen, yang merupakan bahan utama dalam aspal, memiliki sifat adhesif dan kedap air, sehingga sangat efektif dalam menciptakan permukaan jalan yang tahan lama dan kuat.

Pengertian dan Komposisi Aspal

Aspal merupakan campuran yang terdiri dari dua komponen utama:

  1. Bitumen: Sebagai bahan pengikat yang bersifat lengket, bitumen memberikan kekuatan dan daya tahan pada aspal. Bitumen berasal dari hasil penyulingan minyak bumi yang melalui proses pemanasan dan pemisahan untuk mendapatkan bitumen yang kental dan viskos.
  2. Agregat: Agregat adalah bahan penyusun yang terdiri dari batu pecah (gravel), pasir, dan bahan lainnya yang membantu memberikan kekuatan dan daya tahan permukaan jalan. Agregat ini dicampur dengan bitumen untuk membentuk lapisan aspal yang solid.

Jenis-jenis Aspal

Terdapat beberapa jenis aspal yang digunakan dalam konstruksi, tergantung pada kebutuhan dan aplikasinya, antara lain:

  1. Aspal Panas (Hot Mix Asphalt – HMA):
    • Definisi: Aspal panas adalah jenis aspal yang dicampur dengan agregat pada suhu tinggi (150-180°C) sehingga menghasilkan campuran yang mudah dipadatkan saat diaplikasikan di permukaan jalan.
    • Kelebihan: Memiliki daya rekat yang kuat, tahan lama, dan sangat cocok untuk jalan-jalan yang sering dilalui kendaraan berat.
    • Penggunaan: Biasanya digunakan untuk pembuatan jalan raya, jalan tol, dan jalan-jalan utama lainnya.
  2. Aspal Dingin (Cold Mix Asphalt):
    • Definisi: Aspal dingin adalah campuran aspal yang tidak memerlukan pemanasan sebelum diaplikasikan. Campuran ini lebih fleksibel dan mudah digunakan pada suhu rendah.
    • Kelebihan: Pengaplikasiannya lebih mudah dan praktis, serta tidak memerlukan peralatan mahal untuk proses pencampuran.
    • Penggunaan: Cocok untuk perbaikan jalan, tambal sulam, dan perawatan jalan-jalan dengan volume lalu lintas rendah.
  3. Aspal Beton (Asphalt Concrete):
    • Definisi: Aspal beton merupakan campuran aspal dan agregat yang dicampur dengan proporsi tertentu untuk menghasilkan campuran yang lebih padat dan lebih kuat.
    • Kelebihan: Memiliki ketahanan yang sangat baik terhadap beban berat dan tahan lama.
    • Penggunaan: Biasanya digunakan untuk jalan-jalan utama, landasan pacu bandara, dan jalan-jalan dengan tingkat beban lalu lintas yang tinggi.
  4. Aspal Emulsi (Asphalt Emulsion):
    • Definisi: Aspal emulsi adalah aspal yang dicampur dengan air dan bahan pengemulsi untuk menciptakan larutan aspal yang lebih cair dan mudah diaplikasikan pada permukaan jalan.
    • Kelebihan: Mudah digunakan pada suhu rendah dan lebih aman dalam proses pengaplikasiannya karena tidak memerlukan pemanasan.
    • Penggunaan: Umumnya digunakan untuk perbaikan jalan atau untuk lapisan perawatan jalan yang sudah ada.

Fungsi dan Kegunaan Aspal

Aspal memiliki berbagai fungsi dan kegunaan, terutama dalam pembangunan dan perawatan infrastruktur jalan, seperti:

  1. Membuat Permukaan Jalan Tahan Lama: Aspal memberikan permukaan jalan yang halus, padat, dan tahan lama, sehingga dapat menahan beban kendaraan, mengurangi kerusakan jalan, dan meningkatkan kenyamanan berkendara.
  2. Meningkatkan Daya Cengkeram Ban: Permukaan jalan yang terbuat dari aspal memberikan daya cengkeram yang baik untuk ban kendaraan, yang meningkatkan keselamatan berkendara.
  3. Menjaga Keamanan dan Kenyamanan Pengguna Jalan: Dengan memberikan permukaan yang mulus, aspal membantu mengurangi guncangan saat berkendara dan meminimalkan kebisingan.
  4. Perbaikan dan Pemeliharaan Jalan: Aspal juga digunakan untuk perbaikan jalan yang rusak atau berlubang (tambal sulam), memperbaiki lapisan jalan yang sudah aus, dan memperpanjang umur jalan.

Keunggulan Aspal

  1. Tahan Terhadap Cuaca Ekstrem: Aspal memiliki daya tahan yang baik terhadap perubahan cuaca, baik itu panas maupun dingin. Di daerah tropis, aspal dapat mengurangi suhu di permukaan jalan dan menciptakan kondisi jalan yang lebih nyaman.
  2. Proses Pengerasan Cepat: Proses pengerasan aspal cukup cepat setelah pengaplikasian, sehingga meminimalkan gangguan pada lalu lintas.
  3. Kemampuan Isolasi Suara: Aspal dapat meredam suara bising dari kendaraan, yang membuat perjalanan lebih nyaman.
  4. Mudah Perawatan: Jalan aspal mudah diperbaiki jika terdapat kerusakan atau retak.

Kekurangan Aspal

  1. Perawatan yang Membutuhkan Biaya: Meskipun tahan lama, aspal tetap memerlukan perawatan untuk menjaga kualitasnya. Misalnya, aspal bisa mengembang atau retak akibat perubahan suhu ekstrem dan beban berat.
  2. Pengaruh Terhadap Lingkungan: Produksi dan penggunaan aspal, khususnya yang melibatkan bitumen yang berasal dari minyak bumi, dapat menimbulkan dampak lingkungan, seperti emisi karbon.
  3. Rentan Terhadap Kerusakan di Daerah Panas: Pada suhu yang sangat panas, aspal bisa menjadi lengket atau melunak, yang menyebabkan jalan lebih mudah tergerus dan rusak.
  4. Peningkatan Suhu Lingkungan: Aspal dapat menyerap panas yang tinggi, yang berpotensi meningkatkan suhu sekitar area jalan, terutama di daerah perkotaan.

Proses Pembuatan Aspal di Jawa Tengah

Proses pembuatan aspal umumnya melibatkan beberapa tahap:

  1. Penyulingan Minyak Bumi: Bitumen, bahan utama dalam aspal, berasal dari proses penyulingan minyak bumi.
  2. Pengolahan: Bitumen yang dihasilkan kemudian dicampurkan dengan agregat dalam suhu tinggi untuk membentuk campuran aspal yang digunakan dalam konstruksi.
  3. Pengangkutan dan Pengaplikasian: Aspal yang sudah jadi diangkut dan diterapkan pada permukaan jalan dengan menggunakan mesin paver atau alat berat lainnya untuk meratakan permukaan.

Kontraktor Jalan Jawa Tengah Terpercaya

Aspal adalah bahan konstruksi yang sangat penting dalam pembangunan jalan dan infrastruktur lainnya. Dengan berbagai jenis dan komposisinya, aspal memberikan banyak keuntungan, termasuk ketahanan terhadap cuaca ekstrem, kenyamanan berkendara, dan daya tahan yang tinggi. Meskipun memiliki beberapa kekurangan seperti perawatan yang mahal dan dampak lingkungan, aspal tetap menjadi pilihan utama untuk konstruksi jalan di seluruh dunia.

Perhitungan Rencana Anggaran Biaya Pengaspalan Jalan Per Meter 2

Perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk pengaspalan jalan melibatkan beberapa komponen biaya yang dihitung berdasarkan volume pekerjaan, harga material, dan biaya operasional. Berikut adalah langkah-langkah umum dalam perhitungan RAB pengaspalan jalan:

1. Menghitung Luas Area Pengaspalan

Langkah pertama adalah mengukur luas area yang akan diaspal. Ini biasanya dihitung dalam satuan meter persegi (m²) atau kilometer panjang jalan jika proyeknya besar. Misalnya, jika jalan yang akan diaspal memiliki panjang 500 meter dan lebar 6 meter, maka luas area pengaspalan adalah:

Luas=500 m×6 m=3000 m2\text{Luas} = 500 \, \text{m} \times 6 \, \text{m} = 3000 \, \text{m}^2Luas=500m×6m=3000m2

2. Menghitung Volume Material

Untuk mengaspal jalan, Anda perlu menghitung volume material yang diperlukan, seperti aspal, agregat, dan bahan lainnya. Biasanya, hal ini dihitung berdasarkan ketebalan lapisan aspal yang ingin dipasang.

Misalnya, jika ketebalan lapisan aspal yang direncanakan adalah 5 cm (0,05 m), maka volume aspal yang dibutuhkan dihitung sebagai berikut:

Volume aspal=Luas area×Ketebalan lapisan aspal\text{Volume aspal} = \text{Luas area} \times \text{Ketebalan lapisan aspal}Volume aspal=Luas area×Ketebalan lapisan aspal Volume aspal=3000 m2×0,05 m=150 m3\text{Volume aspal} = 3000 \, \text{m}^2 \times 0,05 \, \text{m} = 150 \, \text{m}^3Volume aspal=3000m2×0,05m=150m3

Untuk lapisan dasar dan sub-base, perhitungannya serupa. Anda akan membutuhkan agregat atau bahan dasar lainnya, dan volume masing-masing juga dihitung berdasarkan ketebalan lapisan dan luas area.

3. Menentukan Harga Material

Setelah mengetahui volume material yang dibutuhkan, langkah berikutnya adalah mencari harga per unit material tersebut. Harga material biasanya diperoleh dari supplier atau harga pasar, dan bisa berbeda-beda tergantung lokasi dan jenis material.

Misalnya:

  • Harga aspal per m³ = Rp 1.500.000
  • Harga agregat per m³ = Rp 500.000

4. Menghitung Biaya Material

Dengan mengetahui volume dan harga material, Anda bisa menghitung biaya material yang diperlukan:

Biaya material aspal=Volume aspal×Harga per m³\text{Biaya material aspal} = \text{Volume aspal} \times \text{Harga per m³}Biaya material aspal=Volume aspal×Harga per m³ Biaya material aspal=150 m3×Rp1.500.000=Rp225.000.000\text{Biaya material aspal} = 150 \, \text{m}^3 \times Rp 1.500.000 = Rp 225.000.000Biaya material aspal=150m3×Rp1.500.000=Rp225.000.000

Begitu juga dengan biaya untuk agregat atau bahan dasar lainnya.

5. Menambahkan Biaya Tenaga Kerja dan Alat Berat

Biaya untuk tenaga kerja dan penggunaan alat berat (seperti mesin penghampar aspal, roller, dan sebagainya) juga harus dimasukkan. Ini biasanya dihitung berdasarkan biaya sewa alat, lama pemakaian, dan jumlah pekerja yang dibutuhkan.

Misalnya:

  • Biaya sewa alat berat (roller, penghampar) = Rp 20.000.000 per hari
  • Jumlah tenaga kerja = 10 orang dengan biaya Rp 150.000 per orang per hari
  • Lama pekerjaan = 10 hari

Biaya tenaga kerja dan alat berat:

Biaya alat berat=20.000.000×10 hari=Rp200.000.000\text{Biaya alat berat} = 20.000.000 \times 10 \, \text{hari} = Rp 200.000.000Biaya alat berat=20.000.000×10hari=Rp200.000.000 Biaya tenaga kerja=10×150.000×10=Rp15.000.000\text{Biaya tenaga kerja} = 10 \times 150.000 \times 10 = Rp 15.000.000Biaya tenaga kerja=10×150.000×10=Rp15.000.000

6. Menambahkan Biaya Lain-lain

Selain material, alat berat, dan tenaga kerja, ada biaya lain yang perlu dipertimbangkan, seperti biaya transportasi material, biaya administrasi, biaya pengawasan proyek, dan lain-lain.

7. Total Biaya Pekerjaan

Setelah semua biaya dihitung, Anda dapat menjumlahkan semua komponen biaya untuk mendapatkan total biaya pengaspalan jalan:

Total Biaya=Biaya material aspal+Biaya material agregat+Biaya alat berat+Biaya tenaga kerja+Biaya lain-lain\text{Total Biaya} = \text{Biaya material aspal} + \text{Biaya material agregat} + \text{Biaya alat berat} + \text{Biaya tenaga kerja} + \text{Biaya lain-lain}Total Biaya=Biaya material aspal+Biaya material agregat+Biaya alat berat+Biaya tenaga kerja+Biaya lain-lain

8. Kontinjensi dan Margin Keuntungan

Biasanya, dalam perhitungan RAB pengaspalan juga ada margin keuntungan dan biaya kontinjensi yang disiapkan untuk mengantisipasi perubahan harga atau kondisi yang tidak terduga. Umumnya margin keuntungan berkisar antara 10-20% dari total biaya proyek.

Misalnya, jika total biaya pekerjaan sebesar Rp 500.000.000, maka margin keuntungan 10% adalah:

Keuntungan=10%×Rp500.000.000=Rp50.000.000\text{Keuntungan} = 10\% \times Rp 500.000.000 = Rp 50.000.000Keuntungan=10%×Rp500.000.000=Rp50.000.000

Sehingga, total biaya yang harus dibayar oleh klien adalah:

Total Biaya + Keuntungan=Rp500.000.000+Rp50.000.000=Rp550.000.000\text{Total Biaya + Keuntungan} = Rp 500.000.000 + Rp 50.000.000 = Rp 550.000.000Total Biaya + Keuntungan=Rp500.000.000+Rp50.000.000=Rp550.000.000

Contoh Sederhana RAB Pengaspalan Jalan:

Misalnya untuk jalan sepanjang 500 meter dan lebar 6 meter dengan ketebalan lapisan aspal 5 cm, Anda akan membutuhkan:

  • 150 m³ aspal dengan biaya Rp 225.000.000
  • 200 m³ agregat dengan biaya Rp 100.000.000
  • Biaya alat berat dan tenaga kerja = Rp 215.000.000

Dengan total biaya pekerjaan sekitar Rp 540.000.000, dan margin keuntungan 10%, maka total anggaran untuk pekerjaan ini sekitar Rp 594.000.000.

Perhitungan biaya pengaspalan jalan ini akan bervariasi tergantung pada lokasi, harga material, tingkat kesulitan pekerjaan, dan banyak faktor lainnya. Perencanaan yang cermat sangat penting agar biaya yang diajukan bisa mencakup semua aspek pekerjaan.

Layanan Jasa Pengaspalan Jawa Tengah

Daftar Kabupaten dan Kota di Jawa Tangah

  1. Kabupaten Banjarnegara
  2. Kabupaten Banyumas
  3. Kabupaten Batang
  4. Kabupaten Blora
  5. Kabupaten Boyolali
  6. Kabupaten Brebes
  7. Kabupaten Cilacap
  8. Kabupaten Demak
  9. Kabupaten Grobogan
  10. Kabupaten Jepara
  11. Kabupaten Karanganyar
  12. Kabupaten Kebumen
  13. Kabupaten Kendal
  14. Kabupaten Klaten
  15. Kabupaten Kudus
  16. Kabupaten Magelang
  17. Kabupaten Pati
  18. Kabupaten Pekalongan
  19. Kabupaten Pemalang
  20. Kabupaten Purbalingga
  21. Kabupaten Purworejo
  22. Kabupaten Rembang
  23. Kabupaten Semarang
  24. Kabupaten Sragen
  25. Kabupaten Sukoharjo
  26. Kabupaten Tegal
  27. Kabupaten Temanggung
  28. Kabupaten Wonogiri
  29. Kabupaten Wonosobo
  30. Kota Magelang
  31. Kota Pekalongan
  32. Kota Salatiga
  33. Kota Semarang
  34. Kota Surakarta
  35. Kota Tegal

Kontraktor jasa pengaspalan jalan hotmix Jawa Tengah terpercaya, kami siap melayani proyek pengaspalan jalan, pengecoran beton ready mix, paving block, cut and fill dan sebagainya. Kontraktor jalan menangani berbagai jenis proyek, baik proyek besar maupun kecil, seperti:

Jalan Lingkungan atau Jalan Desa: Jalan yang menghubungkan daerah pedesaan dengan fasilitas umum seperti pasar atau sekolah.

Proyek Jalan Raya: Jalan yang menghubungkan antar kota atau provinsi, biasanya dengan panjang yang besar dan melibatkan banyak lapisan material.

Jalan Perkotaan: Jalan dalam kota dengan kebutuhan khusus untuk trotoar, parkir, dan pengaturan lalu lintas yang lebih kompleks.

Jalan Perumahan: Jalan yang ada di area perumahan atau kompleks perumahan yang biasanya lebih kecil dan sederhana.

 Jasa Pengaspalan jalan Jawa Tengah meliputi: Jasa Pengaspalan Banjarnegara, Jasa Pengaspalan Batang, Jasa Pengaspalan Boyolali, Jasa Pengaspalan Brebes, Jasa Pengaspalan Demak, Jasa Pengaspalan Grobogan, Jasa Pengaspalan Kendal, Jasa Pengaspalan Kudus, Jasa Pengaspalan Magelang, Jasa Pengaspalan Pati, Jasa Pengaspalan Pekalongan, Jasa Pengaspalan Pemalang, Jasa Pengaspalan Purworejo, Jasa Pengaspalan Rembang, Jasa Pengaspalan Salatiga, Jasa Pengaspalan Semarang, Jasa Pengaspalan Sragen, Jasa Pengaspalan Surakarta, Jasa Pengaspalan Tegal, Jasa Pengaspalan Temanggung. Silahkan konsultasikan rencana proyek pengaspalan jalan Anda, perhitungan RAB Pengaspalan maupun permintaaan survey lokasi, kami siap melayani Anda dengan sepenuh hati.